Minggu, 25 November 2012

Ada 100 Ribu Aplikasi Mencurigakan di Google Play

Headline


California - Lebih dari 100 ribu aplikasi Android di Google Play dikategorikan sebagai aplikasi 'mencurigakan', demikian ungkap sebuah penelitian terbaru.
Seperti dikutip dari Mashable, 100 ribu dari 412 ribu aplikasi yang ada di Google Play dikategorikan mencurigakan, yang mana setara dengan angka 25% keseluruhan aplikasi di toko online tersebut, ungkap firma keamanan internet Bit9.
Di antara temuan tersebut, sekitar 72% aplikasi digunakan setidaknya bisa masuk tanpa sepengetahuan pengguna, 42% bisa mengakses data lokasi GPS pengguna, 3% bisa mengakses nomor telepon dan panggilan masuk, 26% bisa mengakses data email dan kontak. Sementara 9% bisa mengakses data serta akses dari pengguna.
"Kini banyak aplikasi di Google Play bisa mengakses mengakses data pengguna secara tersembunyi," ungkap Harry Sverdlove, CTO dari Bit9.
"Lalu ada banyak lagi aplikasi yang bisa mengakses email dan kontak ponsel milik pengguna. Hal ini merupakan hal besar yang harus diperhatikan," tambah Sverdlove. 
Sumber inilah.com

Google StreetView Akan Hadir di Indonesia

Headline


Jakarta - Hari ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia mengumumkan kerjasamanya dengan Google untuk program Google Maps. Seperti apa?
Seperti dikutip dari TechInAsia,Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia sudah meresmikan kerjasama dengan Google untuk layanan Street View untuk Google Maps, meski belum ada pernyataan resmi jalur mana saja yang bakal dilalui mobil tersebut.
"Kami percaya bahwa teknologi perpetaan tersebut bakal membawa banyak manfaat; turis bisa mengecek hotel dan membuat rencana perjalanan yang tepat dan pas," ujar Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
Sementara Andrew McGlinchey, Product Manager of Google, mengatakan bahwa tampilan gambar Google Streetview bakal hadir dalam waktu beberapa bulan ke depan.
McGlinchey juga mengatakan bahwa Google nantinya juga akan meminta bantuan dari masyarakat Indonesia tentunya.
Pengumuman tersebut dilakukan di acara Indonesian Creative Products Week yang berlangsung di Jakarta, 21-25 November 2012.
Sumber inilah.com

Tidak Mau Ikuti Jejak HTC Samsung Tetap Tolak Berdamai dengan Apple

Headline


Seoul - Raksasa elektronik Korea Selatan, Samsung, tampaknya tak akan mau melakukan proses negosiai menyelesaikan masalahnya dengan Apple seperti yang dilakukan HTC.
Kepala Divisi Ponsel Samsung, Shin Jong-kyun, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengikuti jejak HTC yang memilih 'berdamai' dengan Apple dengan membayar lisensi paten.
“Mungkin benar bahwa HTC telah setuju untuk membayar 300 miliar Won (US$276 juta) untuk Apple, tapi kami tidak berniat (bernegosiasi) sama sekali,” kata Shin kepada media lokal Yonhap News, seperti dikutip oleh TheNextWeb.
Seperti diketahui, HTC menyetujuimembayar lisensiUS$6 sampai US$8 kepada Apple dari setiap penjualan ponsel miliknya dalam jangka waktu hingga 10 tahun ke depan.
Sejak 2010, Apple terlibat dalam pertempuran hak paten dengan beberapa produsensmartphone berbasis Android termasuk Samsung dan HTC.
Bahkan mantan CEO Apple dan co-founder Apple, mendiang Steve Jobs, pernah berjanji berperang melawan sistem operasi dari Google yaitu Android dan mitra produsennya yang dikatakan secara terang-terangan meniru iPhone.
Hasil dari negosiasi antara Apple dan HTC secara tidak langsung meningkatkan kemungkinan Apple memenangkan pertarungan serupa. Tetapi Samsung memiliki posisi yang lebih kuat jika dibandingkan dengan HTC.
Menurut Shin, Samsung memiliki pangsa pasar lebih besar ketimbang HTC dan telah memenangkan beberapa keputusan terhadap Apple. Samsung juga merasa bahwa mereka sama sekali tidak melanggar hak paten yang dimiliki oleh Apple.
Kedua produsen raksasa smartphone dan tablet tersebut memang terlibat beberapa sengketa hak paten di beberapa negara termasuk kawasan Eropa dan AS, 
Sumber inilah.com

Apple Kini Jadi Pemilik Resmi Nama iMessage

Headline

California - Apple kini resmi menjadi pemilik nama layanan pesan iMessage setelah permohonan patennya dikabulkan pihak berwenang.
Nama layanan iMessage kini sudah resmi menjadi hak paten Apple. Hak paten bernomor 4,244,502 ini dikeluarkan oleh US Patent and Trademark Office per 20 November 2012 lalu. Demikian laporan dariPatentlyApple.
Layanan ini pertama kali diperkenalkan oleh Scott Forstall, yang saat itu menjabat sebagai salah satu wakil presiden Apple, dalam ajang World Wide Developer Conference (WWDC) bulan Juni 2011.
Kini iMessage sudah tersedia untuk perangkat yang menjalankan iOS dan OS X. Layanan ini memberi pengguna akses untuk mengirim tulisan dan foto ke sesama perangkat tanpa adanya biaya tambahan seperti layaknya Yahoo Messenger.
Sumber inilah.com

Tips Lindungi Perangkat Android dari Malware

Headline


Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum jika sistem operasi Android tergolong rentan terserang program jahat (malware). Ini karena kebijakan Google cenderung terbuka pada Play Store dalam menyeleksi aplikasi yang masuk.
Kebijakan yang diterapkan Google ini tentu saja berbeda dengan kebijakan Apple di App Store yang memberlakukan sistem sangat ketat dalam proses masuknya sebuah aplikasi ke App App Store hingga bisa diunduholeh pengguna.
Munculnya peringatan dari Internet Crime Complaint Center (IC3), divisi di bawah Biro Investigasi Federal AS FBI pada bulan lalu, bisa jadi merupakan teguran bagi para pengguna perangkat Android untuk lebih berhati-hati dalam memilih aplikasi.
Berikut kami paparkan sejumlah tips yang diharapkan bisa melindungi perangkat Android Anda dari serangan malware:
1. Saat membeli smartphone atau tablet, Anda perlu mengetahui fitur-fitur dari perangkat itu, termasuk default setting. Anda tidak perlu mematikan semua fitur di perangkat Android demi meminimalkan serangan malware.
2. Tergantung dari tipe perangkat yang Anda pakai, ada versi OS (sistem operasi) yang menyediakan encryption. Enkripsi itu bisa Anda pakai melindungi data pribadi jika suatu ketika perangkat Android hilang atau dicuri.
3. Dengan terus berkembangnya pasar aplikasi perangkat mobile, Anda perlu membaca terlebih dahulu review dari aplikasi yang akan Anda unduh, baik dari pihak pengembangnya maupun review dari komunitas.
4. Pelajari dan mengerti permissions yang ada dalam aplikasi yang muncul saat Anda akan mengunduhnya.
5. Anda perlu memproteksi perangkat Android Anda dengan menggunakan passcode. Cara ini merupakan langkah paling dasar untuk memberikan pengamanan pada ponsel Anda.
Selain passcode, Anda juga perlu mengaktifkan fitur screen lock setelah beberapa menit dalam mode tidak aktif.
6. Gunakan aplikasi anti-malware atau anti-virus untuk perangkat Android yang Anda pakai. Carilah aplikasi anti-virus yang mampu membantu melindungi perangkat Android Anda dari malware.
7. Waspadalah dengan aplikasi yang mengaktifkan Geo-location. Aplikasi semacam itu akan mampu melacak lokasi keberadaan Anda.
Aplikasi ini bisa saja merupakan sarana pemasaran bagi perusahaan, namun sangat mungkin dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengikuti keberadaan Anda untuk keperluan jahat.
8. Jailbreak atau rooting Android dipakai untuk menerobos sejumlah batasan yang diberikan vendor atau opsel dalam Android. Dengan rooting maka Anda akan bisa mengontrol semua bagian di perangkat Android yang Anda pakai.
Meski demikian, perlu diingat bahwa rooting seringkali mengorbankan security dan meningkatkan kemungkinan masuknya malware ke Android.
Saat aplikasi dijalankan dalam level 'unrestricted' atau 'system' dalam rooted Android, artinya Anda memberikan izin pada aplikasi yang dimaksud untuk mengontrol semua bagian dari perangkat Android tersebut.
9. Jangan pernah menghubungkan perangkat Android ke WiFi yang tidak Anda kenali. Jaringan WiFi yang tidak Anda kenal bisa saja merupakan cara licik untuk mengakses perangkat Andrioid Anda.
Cara itu dipakai untuk mendapatkan informasi yang tertransfer antara perangkat Android yang Anda pakai dan server.
10. Jika Anda memutuskan menjual perangkat Android yang Anda pakai saat ini, pastikan Anda terlebih dahulu melakukan wipe atau reset to factory default. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari adanya data pribadi yang tertinggal dalam perangkat.
11. Perangkat Android membutuhkan update untuk bisa menjalankan aplikasi dan firmware.Jika Anda menolak update ini maka risiko terkena aksi peretasan akan semakin tinggi ketimbang perangkat yang menerima update resmi.
12. Hindari mengklik link atau download software dari sumber yang tidak Anda kenal.
13. Atur tindakan pencegahan dalam setting koneksi internet seperti yang Anda lakukan pada komputer.
Sumber Inilah.com